Wahai Pemuda Islam, Kisahmu Akan Ditulis Sejarah
Khutbah Jum'at Durasi: ±20 menit
KHUTBAH PERTAMA
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ،فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Hadirin jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah,Hari ini jum’at 12 dzulhijjah masih nuansa hari Tasyrik. Takbir masih bergema, tapi sebentar lagi suasana Idul Adha akan berlalu.
Jamaah jum’at yg insyaAllah dirahmati Allah SWT
Di hari yang penuh berkah ini, mari kita duduk sejenak. Tarik nafas. Dan kita dengarkan 3 kisah tentang pemuda hebat. Bukan kisah dongeng. Ini kisah nyata yang diabadikan Allah dalam Al-Qur'an. Kisah yang ditulis khusus untuk para pemuda.
Kisah Pertama: Para Pemuda Ashabul Kahfi
Coba kita bayangkan suasana itu, jamaah. Ada sebuah negeri yang rajanya zalim. Rakyat dipaksa sujud kepada berhala. Siapa yang menolak, hukumannya sangat berat. Di tengah ketakutan itu, ada sekelompok pemuda. Mereka bukan ulama, bukan pejabat. Mereka anak-anak muda biasa. Punya cita-cita, punya keluarga, punya rasa takut juga.Tapi hati mereka berbeda. Hati mereka bilang: "Tidak bisa. Aku tidak bisa sujud ke selain Allah."Satu demi satu mereka berkumpul. Diam-diam. Saling menguatkan. "Kita pergi saja dari negeri ini. Lebih baik tidur di gua, daripada hidup munafik di istana."Mereka tidak membawa bekal banyak. Tidak membawa rencana matang. Yang mereka bawa hanyalah iman. Lalu mereka masuk ke gua, dan berdoa:
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا [الكهف: 10]
"Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."
Lalu Allah tidurkan mereka. 309 tahun lamanya. Ketika bangun, dunia sudah berubah. Raja zalim sudah mati. Islam sudah tersebar.
Lalu kenapa Allah menceritakan kisah ini? Karena Allah ingin berkata kepada kalian, wahai pemuda:
Kalau kalian berani memilih Allah di tengah tekanan, Allah akan jaga kalian. Bahkan dengan cara yang tidak pernah kalian bayangkan. Mungkin sekarang kalian merasa "sendiri" karena tidak ikut nongkrong yang nggak jelas. Mungkin kalian merasa "aneh" karena milih sholat daripada main game. Tapi percayalah, Allah sedang menyiapkan pertolongan yang lebih indah untuk kalian.
Kisah Kedua: Nabi Ibrahim, Pemuda yang Berani Bertanya
Ibrahim muda umurnya belum banyak. Tapi matanya kritis. Dia lihat meayahnya, lihat kaumnya, menyembah patung-patung dari kayu dan batu.Suatu malam dia menatap langit. Dia lihat bintang, lalu bulan, lalu matahari. Dan hatinya bertanya pelan: "Apakah mungkin Tuhan hanya sebesar ini? Apakah mungkin yang menciptakan semua ini kalah sama awan yang menutupinya?"Akhirnya Beliau sadar. Beliau hancurkan berhala-berhala itu. Menyisakan satu yang paling besar, lalu digantungkanya kapak di leher patung yg paling besar itu. Ketika kaumnya marah, mereka bertanya: "Kamu yang melakukan ini, Ibrahim?"
Ibrahim muda itu menjawab dengan tenang: "Silahkan tanya saja berhala yang paling besar itu. Kalau dia bisa berbicara.
"JamaahRohimakumullah, Apa yg bisa lihat dari keberanian Ibrahim Muda. Beliau Tidak ikut-ikutan karena "dari dulu memang begitu". Beliau berani berpikir, berani mencari kebenaran, berani berbeda demi Allah.
Wahai pemuda, kalian juga boleh bertanya. Kalian boleh ragu dulu sebelum yakin. Datang ke kajian, buka Al-Qur'an, tanya ke ustadz. Karena Islam itu agama yang mengajak berpikir. Jangan takut berbeda kalau berbeda itu karena kalian ingin taat kepada Allah.
Kisah Ketiga: Nabi Yusuf, Pemuda yang Menjaga Diri
Yusuf muda yg tampan. Tinggal di istana. Punya segalanya. Suatu hari majikannya, seorang wanita bangsawan, menggodanya. Pintu dikunci. Peluang maksiat terbuka lebar. Tidak ada yang melihat.
Tapi Yusuf berkata dalam surah: مَعَاذَ اللَّهِ [يوسف: 23]
"Aku berlindung kepada Allah."
Beliau lebih memilih masuk penjara daripada berkhianat kepada Allah.
Jamaah yg insyaAllah dirahmati allah
Coba kita bayangkan. Umur muda, godaan besar, kesempatan aman. Kalau kita jadi Yusuf, apakah kita kuat? Tapi Yusuf menang. Karena dia ingat Allah. Karena beliau tahu, kenikmatan sesaat itu tidak sebanding dengan cinta Allah yang kekal.
Wahai pemuda, kalian pasti punya "pintu yang terkunci" versi kalian sendiri. Mungkin itu chat yang tidak pantas. Mungkin itu tontonan yang bikin hati kotor. Mungkin itu ajakan teman yang menjauhkan dari Allah.
Ingat Yusuf. Katakan: "Aku berlindung kepada Allah." Lalu pergi. Karena orang yang paling kuat bukan yang paling jago berantem, tapi yang paling jago menjaga dirinya karena Allah.
Wahai pemuda, dari tiga kisah ini kita belajar:
1.Berani memilih Allah walau sendiri, seperti Ashabul Kahfi.
2.Berani mencari kebenaran walau berbeda, seperti Ibrahim.
3.Berani menjaga diri walau ada peluang, seperti Yusuf.
Kalian adalah lanjutan dari kisah-kisah ini. Nama kalian mungkin tidak ditulis di Al-Qur'an, tapi amal kalian ditulis malaikat. Langkah kalian ke masjid dicatat. Air mata taubat kalian dihitung.Jangan pernah berkata "aku cuma anak biasa". Di mata Allah, kalian sangat luar biasa kalau hati kalian mau dekat dengan-Nya.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم. أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدَ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ أَمَّابعد,
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ
اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jama’ah yang dirahmati Allah
Setelah mendengar tiga kisah tadi, mungkin ada yang hatinya bergetar. Mungkin ada yang ingin berubah. Itu tandanya Allah masih sayang kepada kita.
Maka izinkan kami titip 3 pesan lembut:
1. Mulailah dari hal kecil, tapi jangan berhenti
Tidak harus langsung tahajud tiap malam. Mulailah dari sholat tepat waktu.
Tidak harus langsung hafal 30 juz. Mulailah dari 1 ayat, dibaca, direnungkan.
Karena Allah cinta amal yang rutin,istiqomah, walaupun sedikit.
2. Carilah teman yang mengingatkanmu pada Allah
Nabi ﷺ bersabda: "Seseorang itu tergantung agama temannya." HR. Abu Dawud
Kalau kalian mau jadi pemuda yang hebat, duduklah dengan orang-orang hebat. Ikut kajian, ikut kegiatan masjid. Di sana kalian akan temukan saudara, bukan hanya sekadar teman.
3. Jangan pernah merasa "telat" untuk kembali
Ashabul Kahfi "tidur" 309 tahun, tapi Allah tetap menerima mereka.
Yusuf pernah jatuh ke sumur, tapi Allah angkat derajatnya.
Ibrahim pernah sendirian, tapi Allah jadikan dia bapaknya para nabi.
Jadi kalau kita pernah jauh dari Allah, tidak apa-apa. Yang penting sekarang kita mau pulang. Allah selalu membukakan pintu-Nya lebar-lebar.
Dan yg terakhir,Para Pemuda, dunia butuh kalian. Bukan versi kalian yang lelah dan menyerah. Tapi versi kalian yang bangkit karena Allah.Mungkin kalian belum jadi siapa-siapa hari ini. Tapi siapa tahu, 10 tahun dari sekarang, kalian jadi dokter yang menolong banyak orang. Jadi guru yang melahirkan generasi Qur'ani. Jadi pengusaha yang hebat. Jadi ibu/bapak yang mendidik anak2 sholeh.Semua dimulai dari keputusan kecil hari ini.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك، رَبَّنَا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا، وهب لنا من لدنك رحمة، إنك أنت الوهاب.
اللهم اجعلنا من عبادك الصالحين
وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
.عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ،
وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.أَقِيْمُوا الصَّلَاةَ